Archive for the renungan Category

saat membaca balasan dari teman-teman

Posted in renungan on September 10, 2008 by mujahidsuci

aku kini sedar, bahawa setiap pertemuan itu mesti ada perpisahan,

satu reaiti yang tidak dapat dipisahkan,

tiada siapa dapat menghalang.

namun ia terletak pada diri kita sendiri,

samaada perpisahan itu akan berakhir untuk selamanya

atau ia cuma perpisahan dari pandangan mata sahaja

dan tetap tersimpul utuh di hati.

wahai teman-teman,

sudah menjadi lumrah, bertemu dan berpisah,

begitu juga dengan hidup yang takkan kekal untuk selamanya.

namun, ketahuilah,

bahawa dirimu takkan pernah aku lupakan,

kenangan kita bersama,

akan tersimpan menjadi satu memori indah,

seindah fajar pagi nun jauh di ufuk timur,

menyinarkan cahaya menerangi alam semesta…

i love you all… remember me okay… :’(

saat kita bersama…

Posted in renungan on September 3, 2008 by mujahidsuci
pertemuan pertama,
kita saling tidak mengenali antara satu dengan yang lain,
datang dengan satu harapan agar dapat menjadi insan berguna,
di satu tempat kita disatukan,
bersama mengharungi ranjau dan duri,
saat suka duka dilalui bersama,
hadirmu memberi semangat baru dalam meniti hari-hari yang penuh liku,
tanpamu kurasakan aku tidak mampu untuk mengharungi semua,
kaulah selalu memberi semangat untukku,
yang selalu berada disampingku saat aku begitu memerlukan,
bagiku dirimu satu anugerah yang tak terhingga,
aku bersyukur kepadanya,
kerana telah menurunkanmu untukku,
sesungguhnya amat sukar untukku mencari manusia sepertimu,
tidak pernah sekali dirimu pergi jauh dariku,
walaupun kadangkala aku selalu melakukan sesuatu yang mungkin tak terjangka olehmu,
saat ini amat memilukan bagiku,
kini hanya tinggal sesuku saja waktu  untk bersamamu,
kuharap kita akan terus kekal walaupun dirmu berada beribu batu dariku,
semoga dirimu tidak akan akan melupakan diriku,
semoga persahabatan kita akan kekal buat selamanya…
shabatku… USIM

hidup…

Posted in renungan on August 29, 2008 by mujahidsuci

“hidup”…. satu perkataan yang amat bernakna bagi setiap manusia. “hidup”… memberikan harapan untuk semua makhluk mengecapi segala kurniaan yang Esa di muka buminya… “hidup” selalu dikaitkan dengan pengakhiran “kematian” yang manusia sering lupa tentang adanya… lalai mengejar ssesuatu yang hanya sementara, belumba-lumba walau dengan apa cara sekalipun… hingga melupakan nikmat pemberiannya… tidak langsung mensyukurinya, malah berbangga dengan apa yang mereka ada, keangkuhan menguasai jiwa, nafsu mematikan akal fikiran, meninggalkan tompok di dada… saat pengakhiran tiba, jiwa mula resah gelisah, tiada lagi kengkuhan, tiada lagi kebanggaan dalam melawan ketentuannya… meraung untuk kebebesan, meminta dikembalikan, merintih, merayu dengan sepenuh hati… keangkuhan dunia mula terbayang dimata… saat nafas mula terhenti… jasad sudah tak bermaya lagi…..

syukurilah nikmat Allah… sesungguhnya dunia hanya sementara…

selamat berpuasa… semoga datangnya kali ini dapat memberi sedikit ketenangan untuk menyucikan diri dari dosa, kembali kepada rahmatnya… sesungguhnya ia amat bermakna… kita mungkin tidak akan sempat untuk menemuai nya lagi pada masa akan datng…

 

wassalam.

keagungan akhlak Rasullullah (s.a.w)

Posted in renungan on March 22, 2008 by mujahidsuci

image.jpg

 Saudaraku, islam sampai kepada kita saat ini tidak lain berkat jasa Baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai sosok penyampai risalah Allah SWT yang benar dan di ridhoi. Dan nanti di padang mahsyar, tiap umat islam pasti akan meminta syafa’at dari beliau SAW dan menginginkan berada di barisan beliau SAW. Namun, pengakuan tidaklah cukup sekedar pengakuan. Pasti yang mengaku umat beliau SAW akan berusaha mengikuti jejak beliau dengan jalan mengikuti sunnah-sunnah beliau dan senantiasa membasahi bibir ini dengan mendo’akan beliau dengan cara memperbanyak bersholawat kepada beliau SAW.

Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina A’isyah Rodhiyallahuanha mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau. Rasulullah SAW adalah sosok yang mandiri dengan sifat tawadhu’ yang tiada tandingnya.

Beliau pernah menjahit sendiri pakaiannya yang koyak tanpa harus menyuruh istrinya. Dalam berkeluarga, beliau adalah sosok yang ringan tangan dan tidak segan-segan untuk membantu pekerjaan istrinya di dapur. Selain itu dikisahkan bahwa beliau tiada merasa canggung makan disamping seorang tua yang penuh kudis, kotor lagi miskin. Beliau adalah sosok yang paling sabar dimana ketika itu pernah kain beliau ditarik oleh seorang badui hingga membekas merah dilehernya, namun beliau hanya diam dan tidak marah.

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa ketika beliau mengimami sholat berjamaah, para sahabat mendapati seolah-olah setiap beliau berpindah rukun terasa susah sekali dan terdengar bunyi yang aneh. Seusai sholat, salah seorang sahabat, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah? “Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar.” Jawab Rasulullah. “Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekkan? Kami yakin baginda sedang sakit”. Desak Sayyidina Umar penuh cemas.

Akhirnya, Rasulullahpun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika mendapati perut Rasulullah SAW yang kempis tengah di lilit oleh sehelai kain yang berisi batu kerikil sebagai penahan rasa lapar. Ternyata, batu-batu kerikil itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah SAW bergerak. Para sahabatpun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?”. Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.

Teramat agung pribadi Rasulullah SAW sehingga para sahabat yang ditanya oleh seorang badui tentang akhlak beliau SAW hanya mampu menangis karena tak sanggup untuk menggambarkan betapa mulia akhlak beliau SAW. Beliau diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia dan sebagai suri tauladan yang baik sepanjang zaman.

Saudaraku, sungguh kehadiran Rasulullah SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia lewat segala hal yang beliau contohkan kepada umat manusia. Beliau tidak pernah pandang bulu dalam hal menghargai manusia, penuh kasih sayang, tidak pernah mendendam, malahan beliau pernah menangis ketika mengetahui bahwa balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala hingga menginginkan umat manusia untuk meng-esakan Allah SWT.

Cukup kiranya beliau yang jadi suri tauladan kita, umat islam khususnya yang hari ini sebagian sudah sangat jauh dari akhlak Rasulullah, baik dalam tindakan maupun perkataan yang menyejukkan. apa yang dikatakan oleh seorang sastrawan Pakistan, Muhammad Iqbal dalam salah satu karyanya dapat kita jadikan renungan bersama dimana beliau berkata: “Barangsiapa yang mengaku umat Nabi Muhammad, hendaklah berakhlak seperti beliau (Nabi Muhammad)”.

Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa “Belum beriman seseorang sehingga aku (Rasulullah Muhammad SAW) lebih dicintainya daripada ayahnya, anak-anaknya dan seluruh manusia”(HR. Bukhari). Kita tidak tahu apakah nanti akan di akui Rasulullah sebagai umatnya atau tidak kelak di yaumil kiamah. Namun satu yang pasti bahwa semua ingin berada di barisan beliau. maka, marilah kita sama-sama berusaha untuk mengikuti akhlak beliau SAW semampu diri kita, sebagai suri tauladan kita yang utama, memperbanyak ucapan sholawat untuknya, membela sunnahnya, bukan malah membelakanginya (mari berlindung dari hal demikian), sebagai bagian dari rasa cinta kita terhadapnya.

Saudaraku, mari kita sampaikan salam dan sholawat kepada beliau SAW, yang dengannya kita akan beroleh cinta dan Syafa’atnya kelak di yaumil mahsyar. insya Allah…Amiin…

Tersenyumlah Untuk Hidup…

Posted in renungan on March 22, 2008 by mujahidsuci

sunrise1.jpgMeski setebal apapun mendung melintasi langit, namun sinar mentari tak pernah kehilangan cirinya. Ia senantiasa menghadirkan sinarnya untuk dibagi. Ia senantiasa tegar tanpa kehilangan jati dirinya sebagai sumber penerang di hari ini. Ia tak pernah menunda bersinar hingga esok, meskipun ia dapati mendung menghalangi keindahan sinarnya. Setiap tumbuhan kembali terjaga dari tidurnya. Kembang-kembang kembali bermekaran ceria menyambut harinya. Burung-burung terbang dan berkicau dengan merdunya. Semua hadir tanpa rasa sedih, gelisah, dan amarah. Semua ceria untuk menjelang setiap detik anugerah-Nya.Saudaraku,

Sudahkah kita berniat bahwa hari ini akan kita hiasi dengan senyum ceria dan kebahagiaan? Sudahkah kita bertekad untuk menyongsong hari ini dengan rasa optimis dan semangat hidup yang akan kita bagi dan tularkan? Dan sudahkah kita menjadikan berbaik sangka sebagai modal bagi kita untuk meneruskan perjalanan ini?

Saudaraku,

Begitu sia-sia rasanya perjalanan hidup jika setiap detiknya tidak pernah kita hargai dan syukuri. Begitu menyiksanya perjalanan hidup jika setiap ujian yang menerpanya kita hadapi dengan kemarahan dan wajah yang muram. Dan begitu berat rasanya langkah hidup jika kita tak mau berbagi sedikitpun. Kesedihan tidak akan mengembalikan segala yang hilang menjadi kembali. Tangisan penyesalan akan terasa hampa tanpa kesungguhan usaha untuk bangkit dari kelalaian diri. Setiap nasehat hanya akan menjadi penghias belaka jika sedikitpun tak diniatkan untuk dilakoni. Semua usaha akan terasa sia-sia jika sedikitpun tak berserah diri kepada-Nya.

Tersenyumlah atas anugerah hidup hari ini. Bersyukur dan berbaik sangkalah bahwa Dia masih memberikan kesempatan bagi kita untuk kembali. Sebut setiap asma-Nya dengan penuh kerendahan hati. Besarkan Dia dalam setiap aktifitas dan detik perjalanan ini. Jangan engkau halangi senyuman itu jika akan tersungging di ujung bibirmu hanya karena kegundahan yang tak jelas asal usulnya. Jangan engkau gantikan keceriaan diri dengan kesuraman hati yang engkau tampakkan lewat wajah yang bermuram durja.

Saudaraku,

Berbagilah hari ini. Berbagilah untuk setiap kebahagiaan yang engkau rasakan di hati. Tak perlu kau ukur dengan besar atau kecilnya nilai berbagi itu. Berbagilah walau sekedar berwajah ceria dan sepatah kata sapa dan salam. Tetaplah berbagi dan tersenyum dalam rangka mensyukuri segala anugerah-Nya hari ini. Tetaplah berbagi dan tersenyum layaknya mentari yang tak menunda hadirnya meski mendung menyelimuti indah sinarnya hari ini

kopi

Posted in renungan on March 21, 2008 by mujahidsuci

kopi itu pahit jika berdiri sendiri… tetapi kopi akan menjadi enak apabila digandingkan dengan gula atau susu… anda cantik maka anda boleh berdiri sendiri… tapi tanpa keperibadian dan iman yang padu anda ibarat kopi tanpa gandingan gula dan susu… selama mana boleh bertahan????

sebaik-baik kopi pahit dinilai dari sudut kepahitannya… tetapi apabila ada kopi bergula dan bersusu, ia akan terus disukai dan terus disukai… iman adalah mutiara dalam diri… menyerikan kehidupan insan… janganlah kita diibaratkan kopi tanpa gula dan susu, jadilah kopi yang digandingkan dengan gula dan susu… wassalam

sekadar renungan

Posted in renungan on March 21, 2008 by mujahidsuci

Dalam menghadapi hari-hari sekarang,kadangkala kita di uji dengan 1001 ujian yang menuntut kecekalan dan ketabahan hati.Ujian yang diterima cukup untuk membuatkan kita patah semangat,hilang keyakinan diri,mudah berputus asa,terkeliru dari tujuan asal dan amat memeritkan hati dan perasaan.

Oleh itu,seringkali anda memerlukan satu dorongan atau kata-kata semangat untuk menghadapi hari esok. tabahlah dalam menghadapi segala ujian dari-NYA… hidup ini ibarat persinggahan untuk sementara, sebelum tiba panggilan dari-NYA…